Dinas Kesehatan Tulungagung Sebut Capaian Vaksinasi Booster Baru 14 Persen

Jumat, 20/05/2022 - 16:02
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tulungagung, Didik Eka Sunarya Putra

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tulungagung, Didik Eka Sunarya Putra

Klikwarta.com, Tulungagung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menyatakan capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga di Daerah Tulungagung masih 14 persen.

Hal ini disebabkan karena banyaknya stigma dari masyarakat yang menganggap melakukan vaksinasi Covid-19 hingga dosis kedua saja, sudah cukup.

Kemudian masyarakat menganggap yang membutuhkan booster dosis ketiga hanya bagi yang akan berpergian jauh.

“Padahal lambat laun kekebalan kelompok itu juga bisa menurun dan masyarakat diharap mau untuk booster ketiga,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Didik Eka Sunarya Putra, Jum'at (20/05/2022).

Didik mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengejar capaian vaksinasi dosis ketiga tersebut, seperti membuka gerai vaksinasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti puskesmas, rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta.

Selain itu pihaknya juga melebarkan cakupan vaksinasi dengan membuka layanan di mapolsek dan koramil setiap daerah.

“Ini kami lakukan agar masyarakat bisa dengan mudah mencari faskes untuk melaksanakan vaksin,” ujarnya.

Kemudian untuk stok vaksinasi di gudang farmasi Dinkes juga lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan di setiap daerah.

Menurutnya, selain mengejar capaian vaksinasi booster, ia juga akan tetap mengejar capaian dosis kedua lansia. Sebab, untuk berstatus level 1 dalam penerapan PPKM berbasis level, di setiap daerah capaian vaksinasi dosis kedua lansia harus mencapai 60 persen.

Sementara saat ini capaian dosis kedua lansia di Tulungagung masih 52 persen. Artinya kurang 8 persen capaian.

"Selain itu untuk capaian dosis pertama lansia harus 70 persen. Saat ini kita sudah 69 persen, kurang 1 persen lagi,” terangnya.

Didik menambahkan, meski saat ini penularan kasus sangat minim, pihaknya tetap akan mengejar kekurangan capaian tersebut.

“Ini semua agar kita berada di level 1, apabila sudah dilevel 1 maka peraturan akan semakin longgar,” tandasnya.

Pewarta : Cristian

Berita Terkait