PLT Subkor Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinkes Kabupaten Tulungagung Yanies Lusiana Indah SKM
Klikwarta.com, Tulungagung - Keseriusan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dalam penanganan stunting terus digencarkan dengan berbagai langkah untuk antisipasi maka dibentuk tim bersama dalam penanganan permasalahan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmat melalui PLT Subkor Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Yennis Lusiana Indah SKM mengatakan, sosialisasi terkait Antropometri kit adalah rangkaian alat yang berfungsi untuk mendeteksi stunting pada anak melalui pengukuran berat badan, panjang dan tinggi badan serta lingkar lengan atas dan kepala.
“Antropometri kit ini sudah memiliki standar dari Kementerian Kesehatan, dan mengacu pada Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) No. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak serta perkembangan anak,” ucapnya, Selasa (06/06/2023).
Antropometri sendiri adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi stunting pada anak melalui pengukuran, selain itu juga untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak yang valid dan akurat. Karena itu diperlukan alat Antropometri yang berstandar.
Dia menambahkan, dalam kegiatan Rembuk Stunting, pihaknya juga memperkenalkan aplikasi Keluarga Ibu Anak (KIA) online menggantikan yang dulunya berupa sebuah buku.
“Kemudian juga diberikan untuk alat konselor ASI (Air Susu Ibu), jadi bagaimana target ASI eksklusif, juga terkait ukuran lambung bayi mulai umur 1 hari, 1 bulan, dan seterusnya, disamping ukuran besarnya dan kebutuhan susunya,” tambahnya.
Disamping itu, Lusiana menyampaikan untuk program isi piringku seperti tadi sudah di displaykan mulai usia 6 bulan sampai usia balita (Bawah lima tahun), makanan ibu hamil dan menyusui.
Lebih lanjut Lusiana, menjelaskan, komitmen Dinkes Tulungagung melakukan secara serius dalam upaya mencegah dan penanganan stunting. Alat ukur di posyandu penting dilakukan tera bertujuan agar terjaga keakuratannya. Untuk itu, diperlukan ketrampilan kader dalam penggunaan alat ukur dan cara ukurnya.
Bantuan yang telah diberikan oleh Dinas Kesehatan yaitu susu ibu hamil kurang energi kronis, susu untuk balita gizi kurang dan susu bagi balita stunting dan apabila ditemukan balita dalam waktu dua kali tidak naik timbangannya untuk segera dilakukan rujukan ke puskesmas agar mendapatkan penanganan yang tepat," tutupnya.








