Bupati Agam Andri Warman minta mahasiswa meningkatkan prestasi.
Klikwarta.com, Agam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam kembali menyalurkan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di daerah itu.
Bantuan melalui program Agam Cerdas Generasi Maju ini, diserahkan Bupati Agam Andri Warman secara simbolis, di Gedung PPSDM Baso, Selasa (8/11/2022).
“Bantuan ini untuk memotivasi generasi muda agar lebih semangat melanjutkan pendidikan, supaya nanti dapat lahir tokoh-tokoh hebat di Agam,” kata Andri Warman.
Pihaknya minta para mahasiswa meningkatkan prestasi, supaya nanti bisa mendapatkan beasiswa dari kampus. Ia ingin para mahasiswa ini mengikuti jejaknya yang miliki semangat tinggi dalam menggapai pendidikan lebih tinggi.
“Saya dari awal hingga meraih gelar doktor, 99 persen dari beasiswa. Kenapa bisa?, karena semangat dan berprestasi,” pinta Bupati Agam itu.

Kata kunci yang disampaikan Andri Warman adalah, tidak ada yang tidak bisa di dunia ini asalkan ada kemauan.
“Maka capailah pendidikan setinggi-tingginya, agar nanti bisa menjadi orang sukses,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Disdikbud Agam Isra mengatakan, mahasiswa yang menerima program ini sebanyak 117 orang, yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di nusantara.
“Dari 117 mahasiswa itu, 79 orang kuliah di Sumbar, 22 orang di Pulau Sumatra dan 16 orang di luar Sumatra,” tuturnya.
Mereka ini lulus di jalur SNMPTN di perguruan tinggi negeri dan swasta ternama, tambah Isra.
Isra lebih lanjut menjelaskan, bantuannya bervariasi sesuai, dimana mereka kuliah. Dirincikan, dalam Sumbar Rp750 ribu per orang, Sumatra Rp1 juta per orang dan luar Sumatra Rp1.250 ribu per orang.
“Mereka yang menerima bantuan ini telah melewati berbagai seleksi seperti administrasi, verifikasi lapangan dan penetapan penerima,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya data yang masuk jadi calon penerima bantuan ini sebanyak 470 proposal. Namun, setelah seleksi administrasi yang lolos sebanyak 375 orang. Kemudian dilakukan verifikasi lapangan bersama tim Baznas Agam, dan ditetapkan sebagai penerima 117 orang.
“Penerima ini diseleksi karena harus memenuhi kriteria seperti cerdas, berasal dari keluarga kurang mampu dan anak yatim atau piatu,” ungkap Isra.
Isra pesankan, bantuan biaya hidup ini diberikan sampai empat tahun atau sampai tamat kuliah.
“Tapi bagi mereka yang IP nya di bawah 3, bantuan tidak bisa dilanjutkan,” pesannya.
Bantuan biaya hidup ini kata Isra, berasal dari pemerintah daerah dan bekerjasama dengan Baznas Agam beserta BUMN/BUMD. (*)
Kontributor: Edwarman








