Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Jembatan Gantung Merah Putih, Resmikan Sumur Bor Warga Tanjungsekar

Rabu, 02/09/2026 - 15:15
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin

Klikwarta.com, Pati – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kabupaten Pati, Rabu (2/9/2026). Dalam kunjungan yang sama, Pangdam juga meresmikan penggunaan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi.

Kedatangan Pangdam di Desa Kayen mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan para pelajar yang berada di sekitar lokasi pembangunan jembatan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mengecek kualitas pekerjaan di lapangan. Pangdam menekankan bahwa aspek keamanan dan kekuatan konstruksi harus menjadi perhatian utama sebelum jembatan nantinya digunakan masyarakat.

“Kami ingin melihat proses pembangunannya dan meyakinkan bahwa proses pembangunannya sesuai dengan standar yang berlaku. Kita tidak ingin nanti jembatan sudah jadi, kemudian timbul masalah karena tidak sesuai dengan konstruksinya,” ujar Mayjen TNI Achiruddin.

Jembatan Gantung Merah Putih tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat bagi sekitar 500 kepala keluarga di wilayah setempat.

Selain mempermudah akses transportasi, keberadaan jembatan juga akan memangkas jalur mobilitas masyarakat. Para pelajar akan lebih mudah menuju sekolah, sementara warga dapat lebih cepat menjangkau area persawahan dan lokasi aktivitas lainnya.

Menurut Pangdam, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga ikut mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga.

.

Usai meninjau pembangunan jembatan, Pangdam IV/Diponegoro melanjutkan kunjungan ke Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi.

Di lokasi tersebut, Pangdam meresmikan penggunaan sumur bor yang dibangun Kodim 0718/Pati untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Pembangunan sumur bor dilakukan setelah adanya informasi mengenai keterbatasan air yang dialami warga, terutama saat musim kemarau.

“Kita menerima informasi bahwa di daerah sini kekurangan air. Dalam situasi musim kemarau ini sulit masyarakat mendapatkan air, makanya kita berinisiatif untuk membangun ataupun membuat sumur bor. Alhamdulillah air sudah bisa jalan dan masyarakat sudah bisa menikmati air tersebut,” jelasnya.

Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 80 meter. Air yang dihasilkan dinilai memiliki kualitas baik dan dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk mandi dan memasak.

Air dari sumur tersebut kemudian ditampung dalam bak berkapasitas sekitar 5.000 liter. Dengan fasilitas tersebut, warga dapat mengambil air sesuai kebutuhan sehari-hari.

Antusiasme warga terlihat saat mereka mulai memanfaatkan fasilitas air bersih tersebut. Sejumlah warga tampak mengambil air dari tempat penampungan yang telah disediakan.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan sumur bor menjadi bantuan penting di tengah kondisi sumber air yang terbatas selama musim kemarau.

Pangdam mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih akan terus menjadi perhatian Kodam IV/Diponegoro. Saat ini, dua sumur bor telah dibangun di wilayah Pati dan rencananya akan ditambah dua titik lagi.

Program penyediaan sumur bor juga akan dikembangkan di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Secara keseluruhan, terdapat target pembangunan sekitar 100 sumur bor di berbagai daerah yang membutuhkan.

Selain meninjau pembangunan jembatan dan meresmikan sumur bor, Pangdam IV/Diponegoro juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Pembangunan infrastruktur penghubung serta penyediaan sumber air bersih diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung aktivitas warga.

Melalui program tersebut, Kodam IV/Diponegoro menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi persoalan yang berkaitan dengan akses infrastruktur dan kebutuhan dasar warga.

(Kontributor : Widyo)

Berita Terkait