Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Soemarjono
Klikwarta.com, Jatim - Jawa Timur kini dihadapkan pada tantangan serius terkait keamanan digital. Provinsi ini tercatat sebagai daerah dengan tingkat kejahatan siber tertinggi kedua secara nasional.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Soemarjono, mendesak agar persoalan ini tidak dipandang sebelah mata oleh pemerintah maupun masyarakat.
"Eskalasi kejahatan siber yang menempatkan Jatim di posisi kedua nasional harus menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk segera berbenah," ujar politisi Gerindra itu, Jumat (6/11/2026).
Ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memperluas edukasi dan meningkatkan kecakapan digital (digital literacy) secara merata hingga ke lapisan akar rumput.
Kasus kejahatan siber di Jawa Timur ini sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan dan menempati posisi kedua secara nasional.
"Ini menunjukkan bahwa ruang digital kita masih rentan dan banyak warga yang menjadi korban penipuan maupun penyalahgunaan teknologi akibat minimnya pemahaman keamanan siber," jelas legislator asal Pasuruan tersebut.
Menurut Soemarjono, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum harus memperkuat sinergi. Penanganan tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi juga menggencarkan edukasi literasi digital secara massif agar masyarakat semakin cakap teknologi dan tidak mudah tertipu.
Berdasarkan data kepolisian, rata-rata terdapat 10 hingga 15 laporan kasus kejahatan siber yang masuk dari masyarakat setiap harinya.
Tingginya angka kriminalitas digital ini sebagian besar dipicu oleh masifnya aktivitas digital masyarakat yang tidak diimbangi dengan literasi keamanan siber yang memadai. Berbagai modus kejahatan, mulai dari penipuan online, maraknya judi online, hingga penyalahgunaan data pribadi, kian marak mengincar warga. (Adi/ADV)








