Festival Usaha Mikro Kementerian UMKM Digelar di Jember, Wakili Provinsi Jawa Timur

Rabu, 22/07/2026 - 06:20
Foto bersama dalam acara Festival Usaha Mikro Kementerian UMKM

Foto bersama dalam acara Festival Usaha Mikro Kementerian UMKM

Klikwarta.com, Jember – Kabupaten Jember dipercaya menjadi tuan rumah Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI di New Sari Utama, Selasa (21/7/2026). 

Mengusung tema "UMKM Legal, Terlindungi, dan Berdaya", kegiatan ini menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada Jember sebagai representasi Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem usaha mikro.

Bupati Jember Dr. Muhammad Fawaid, S.E., M.Sc. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Jember. 

Menurutnya, tidak semua daerah memperoleh kesempatan menjadi lokasi pelaksanaan festival tingkat nasional tersebut.

"Ini merupakan kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Jember. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan dan perlindungan terhadap pelaku usaha mikro," ujar Fawaid.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jember siap menyinergikan berbagai program daerah dengan kebijakan Pemerintah Pusat dalam mendukung UMKM naik kelas. Dukungan tersebut tidak hanya berupa penyediaan sarana usaha, tetapi juga akses permodalan, pendampingan, pelatihan, hingga perluasan akses pasar.

Fawaid juga menyambut baik berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada pelaku usaha mikro, termasuk rencana penurunan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 8 persen. Menurutnya, kebijakan tersebut akan semakin meringankan pelaku UMKM dalam memperoleh pembiayaan usaha.

Selain itu, Pemkab Jember akan terus mengembangkan program pemberdayaan, termasuk mendorong lahirnya pelaku UMKM baru dari kalangan masyarakat miskin ekstrem usia produktif sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, M. Riza Damanik, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat ekosistem UMKM.

Menurutnya, pendekatan pemberdayaan UMKM saat ini tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan melalui pembangunan ekosistem yang menghubungkan akses pembiayaan, pasar, pendampingan, hingga perlindungan usaha.

"Memberikan pembiayaan tanpa akses pasar justru akan menjadi masalah bagi pelaku UMKM. Sebaliknya, jika pasar tersedia tetapi modal tidak ada, permintaan juga tidak dapat dipenuhi. Karena itu kedua hal tersebut harus berjalan beriringan," jelasnya.

Riza mengatakan, Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro tahun 2026 dilaksanakan di sepuluh provinsi, dan Jawa Timur memilih Kabupaten Jember sebagai lokasi penyelenggaraan. Hal itu menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap perkembangan UMKM di daerah.

Ia juga memaparkan bahwa hingga Juli 2026, penyaluran KUR secara nasional telah mencapai sekitar Rp160 triliun dari total plafon Rp297 triliun. 

Khusus Jawa Timur, realisasi penyaluran mencapai Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu pelaku UMKM, menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Sementara di Kabupaten Jember, penyaluran KUR telah melampaui Rp1 triliun kepada lebih dari 25 ribu pelaku UMKM. 

Menariknya, sekitar 69 persen pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produktif, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 65 persen.

"Capaian ini sangat baik karena sektor produktif mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi, sekaligus mendukung sektor unggulan daerah seperti pertanian," kata Riza.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian UMKM juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan implementasi kebijakan penurunan bunga KUR menjadi 8 persen, serta berbagai insentif bagi UMKM yang memasarkan produk lokal melalui platform digital, termasuk potongan biaya layanan di marketplace sebagai upaya memperkuat daya saing produk UMKM Indonesia. 

Pewarta: Maria

Berita Terkait