Tanjungpinang Siaga Karhutla, Warga Diimbau Hindari Aktivitas Pemicu Kebakaran

Sabtu, 28/03/2026 - 16:53
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Teguh Susanto

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Teguh Susanto

Klikwarta.com, Tanjungpinang - Kota Tanjungpinang dalam status siaga terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya sejumlah kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca panas dan kering yang melanda wilayah Tanjungpinang, ditambah keterbatasan sumber air di sejumlah titik, dinilai meningkatkan risiko kebakaran yang dapat meluas dan sulit dikendalikan.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmasyah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti pembakaran sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Teguh Susanto, menegaskan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran yang terjadi disebabkan oleh kelalaian manusia.

“Dalam kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini, potensi kebakaran sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar, karena api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” ujar Teguh. Jumat (27/03/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan sumber air di lapangan menjadi tantangan serius bagi petugas pemadam kebakaran dalam melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran.

“Beberapa sumber air saat ini mulai mengalami penurunan debit bahkan mengering. Hal ini tentu menyulitkan proses pemadaman. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi upaya paling efektif yang harus kita lakukan bersama,” tambahnya.

Selain larangan pembakaran, masyarakat juga diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap aktivitas lain yang dapat memicu percikan api,  seperti membuang puntung rokok sembarangan, dan botol air mineral yang masih berisi air, terutama di area kering dan bervegetasi. Serta, memastikan api benar-benar padam setelah melakukan kegiatan tertentu.

"Kita masih dalam musim kemarau, dan kesulitan mencari sumber air bersih. Sudah tiga bulan terakhir, BPBD membantu menyuplai air bersih ke pemukiman warga. Tapi di satu sisi BPBD juga memasok air untuk membantu Damkar memadamkan api akibat karhutla. Untuk itu, kami imbau warga berhati-hati dan tidak melaksanakan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan," tambah Teguh.

Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda awal kebakaran hutan dan lahan.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Tanjungpinang dapat diminimalisir demi menjaga keselamatan warga serta kelestarian lingkungan.

Berita Terkait