Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardika
Klikwarta.com, Surabaya - Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardika meminta Bank Jatim untuk terus melakukan efisiensi anggaran untuk menekan rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Salah satunya adalah mengoptimalkan QRIS.
“BOPO memang membaik, tapi masih bisa ditekan lagi,” katanya, Senin 2 Maret 2026.
Menurutnya, kunci efisiensi ada pada peningkatan porsi dana murah. Maka, iya menilai QRIS dapat menjadi sumber DPK murah yang efektif, jauh lebih efisien dibanding deposito yang berbunga tinggi.
“Salah satu cara yang paling masuk akal adalah mencari dana murah. Dan itu bisa dari optimalisasi QRIS,” tegasnya.
Ia menjelaskan, jumlah pengguna QRIS Bank Jatim harus diperluas agar biaya operasional menurun secara signifikan.
“Kalau pengguna naik, dana murahnya masuk, otomatis BOPO turun,” tambahnya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim itu meminta Bank Jatim membentuk satgas khusus untuk menggenjot ekspansi pengguna QRIS, terutama di sektor UMKM.
Pranaya juga menyoroti potensi besar dari transaksi harian UMKM yang nominalnya kecil, namun masif.
“Tiap hari mungkin cuma ratusan ribu atau satu juta. Tapi kalau jumlahnya banyak, dampaknya signifikan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, melaporkan kinerja perseroan yang terus menguat. Laba bersih kuartal III-2025 naik 23,5%–23,66% YoY menjadi Rp1,14–1,15 triliun.
“Kenaikan ini ditopang pendapatan bunga dan ekspansi kredit produktif,” jelasnya.
Winardi menegaskan dua fokus utama Bank Jatim: mendorong pendapatan dan meningkatkan efisiensi.
“Kami dorong revenue, sekaligus kami perbaiki efisiensi. Dua-duanya berjalan,” tegasnya.
Ia juga memastikan penurunan NPL tetap menjadi prioritas. “NPL akan terus kami tekan,” ujarnya.
Bank Jatim mencatat penguatan di hampir semua lini, mulai aset Rp107,49 triliun, kredit Rp67,74 triliun, DPK Rp85,19 triliun, hingga CASA yang naik menjadi 58,96%. Adapun NPL berada di level 3,96%. (*)








