Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bengkulu Ir Hendry Poerwantrisno.
Klikwarta.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTPSP) Provinsi Bengkulu Hendry Poerwantrisno mengharapkan kerjasama masyarakat terhadap pihak investor yang akan mendirikan proses usaha di Bengkulu.
Disampaikan Hendry, Jumat (9/11), bahwa di Bengkulu sendiri pelaku usaha yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan mencapai 632 investor. Jumlah tersebut masih belum mencapai target pemenuhan investor yang bisa mendobrak anggaran APBD. Jika dibandingkan dengan Jawa Barat yang mencapai 9000 pelaku usaha, Bengkulu masih sangat sedikit peminat investor untuk mendirikan usaha. Padahal potensi untuk maju bersama melalui SDA dan SDM yang ada sudah sangat memenuhi kriteria.
Lanjut Hendry memaparkan, pada tahun 2014 realisasi investasi di Bengkulu baru mencapai Rp 380 miliar, sedangkan di tahun 2015 mengalami kenaikan mencapai Rp 800 miliar, 2016 naik mencapai Rp 1,7 triliun, tahun 2017 naik Rp 2.14 triliun, dan di tahun 2018 naik drastis mencapai Rp 6,3 triliun. Hal tersebut menandakan trend minat investor untuk masuk ke Bengkulu di tahun ini sudah membaik.
Menurut Kadis DPMTPSP Hendri, strategi pendekatan sangatlah penting dalam mengajak investor luar berminat mengelola potensi yang ada di Bengkulu. Seperti halnya strategi pemasaran melalui cara strategis untuk mengajak orang agar mau melirik produk kita.
“Kita bicara dari awal adalah proses investasi di sini, untuk mempermudah bagaimana orang itu berminat mendirikan usaha dan berinvestasi di Bengkulu. Jangan bicara menjustifikasi bagaimana izinnya, sampai mana prosesnya. Nanti orang nggak akan mau masuk ke sini (Bengkulu)”, ujarnya (09/11/18).
Tidak hanya menekan anggaran APBD, dengan adanya investor sendiri, menurutnya pemerintah bisa menekan angka pengangguran yang ada di Bengkulu.
“Jika kita mengandalkan anggaran APBD dalam mengkaji kebutuhan belanja daerah, maka hasil laporannya akan jebol. Nah, dengan adanya investor yang datang ke Bengkulu ini menjadikan anggaran menjadi ringan dan tertutupi", tandasnya.
(Bisri)








