Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diperiksa Semalaman di Solo Sebelum Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 10/07/2026 - 19:10
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat tiba di Mapolresta Solo untuk menjalani pemeriksaan, Kamis malam (9/7/2026)

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat tiba di Mapolresta Solo untuk menjalani pemeriksaan, Kamis malam (9/7/2026)

Klikwarta.com, Solo - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap di wilayah Jawa Tengah. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim penindak lembaga antirasuah tersebut pada Kamis (9/7/2026) malam.

Usai ditangkap, orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo itu langsung menjalani pemeriksaan intensif maraton di Mapolresta Solo hingga Jumat (10/7/2026) dini hari, sebelum akhirnya diterbangkan ke Jakarta.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, proses pemeriksaan yang memakan waktu semalaman tersebut berlangsung taktis namun tertutup. Sekitar pukul 00.48 WIB dini hari, dua unit mobil Toyota Avanza Veloz hitam bergerak cepat memasuki area lobi utama Mapolresta Solo.

Sejumlah personel yang diduga kuat merupakan penyidik KPK turun dari kendaraan dengan membawa bundel dokumen tebal dan langsung bergegas menuju ruang pemeriksaan.
Dinamika di lapangan kembali meningkat menjelang pagi, tepatnya pukul 04.21 WIB. 

Tim penyidik KPK tampak memindahkan enam buah koper besar berwarna hijau beserta sejumlah berkas perkara ke lantai tiga gedung Mapolresta Solo, yang dipinjam sebagai lokasi interogasi sementara. Keberadaan koper-koper yang diduga kuat berisi barang bukti tersebut langsung menyita perhatian awak media yang telah bersiaga sejak malam.

Meskipun Mapolresta Solo dijadikan markas sementara bagi pemeriksaan kepala daerah yang terkena operasi senyap ini, situasi di sekitar lokasi terpantau tetap kondusif. Tidak ada penebalan pengamanan ekstraserdadu maupun barikade khusus dari aparat kepolisian, sehingga aktivitas pelayanan masyarakat tetap berjalan normal.

Memasuki pukul 05.40 WIB, tanda-tamat berakhirnya pemeriksaan mulai terlihat ketika sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) keluar terlebih dahulu meninggalkan lantai pemeriksaan melalui tangga gedung. Tiga menit berselang, pukul 05.43 WIB, Bupati Etik Suryani keluar dari lift dengan didampingi ketat oleh petugas KPK.

Mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan rompi hitam serta masker medis, Etik bungkam seribu bahasa saat diberondong pertanyaan oleh jurnalis mengenai perkara hukum yang menjeratnya. Ia memilih terus berjalan cepat menuju bus mini yang telah disiapkan petugas di halaman luar.

Tak lama kemudian, bus yang membawa Etik bersama rombongan penyidik KPK langsung bergerak meninggalkan Mapolresta Solo menuju Bandara Adi Soemarmo untuk diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Enam koper hijau beserta dokumen yang disita dari ruang pemeriksaan turut diangkut di dalam kendaraan yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK masih menutup rapat informasi mengenai konstruksi hukum perkara, detail kasus dugaan korupsi yang sedang dibongkar, status hukum para pihak yang diamankan, hingga rincian nominal barang bukti di dalam koper tersebut.

Berdasarkan ketentuan KUHAP, lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring OTT.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada Kasi Humas Polresta Solo, AKP Lingga Ramadhani, guna menggali informasi detail mengenai peminjaman fasilitas Mapolresta untuk pemeriksaan KPK. Namun, pihak kepolisian setempat belum memberikan respons resmi.

Di sisi lain, lingkaran politik PDI Perjuangan (PDIP) selaku partai yang menaungi Etik Suryani masih memilih bersikap hati-hati. Baik Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit, maupun Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sumanto, belum memberikan pernyataan ataupun tanggapan resmi saat dihubungi terkait badai hukum yang menjerat kader mereka tersebut.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait