Kemendikdasmen Integrasikan SIBI dan SLiMS untuk Perluas Akses Buku Digital

Selasa, 26/05/2026 - 22:39
Foto istimewa

Foto istimewa

Klikwarta.com, Jakarta, 26 Mei 2026 -  Upaya memperluas akses masyarakat terhadap buku bermutu terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Salah satunya melalui peresmian integrasi Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dengan Senayan Library Management System (SLiMS) yang dilaksanakan di Perpustakaan Kemendikdasmen pada Senin (25/5).

Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buku Nasional 2026, sekaligus menandai hadirnya layanan perpustakaan digital yang semakin terbuka, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Melalui integrasi tersebut, koleksi digital yang tersedia di SIBI kini dapat diakses langsung melalui katalog perpustakaan berbasis SLiMS. Dengan demikian, pemustaka tidak perlu lagi berpindah platform untuk mencari bahan bacaan maupun informasi perbukuan. Selain memberikan kemudahan bagi pengguna, integrasi ini juga membantu pustakawan dalam mengelola metadata koleksi secara lebih rapi dan sistematis sehingga proses pencarian informasi menjadi lebih cepat dan efisien.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan bahwa integrasi SIBI dan SLiMS merupakan langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas tanpa terhalang jarak maupun keterbatasan infrastruktur. 

"Hari ini kita meresmikan Pojok Sistem Informasi Perbukuan Indonesia dan mengintegrasikannya dengan SLiMS Perpustakaan Kemendikdasmen. Integrasi ini merupakan upaya kita untuk meningkatkan akses buku bermutu yang tidak lagi dibatasi jarak karena tidak harus datang ke perpustakaan, tetapi bisa diakses di mana pun,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa SLiMS yang pertama kali dikembangkan dan digunakan di Perpustakaan Kemendikdasmen kini telah dimanfaatkan secara luas oleh perpustakaan sekolah di Indonesia, bahkan di berbagai negara. 

“Alhamdulillah, SLiMS sudah menjadi salah satu yang paling luas penggunaannya diantara perpustakaan sekolah di seluruh Indonesia dan bahkan sudah diadopsi oleh berbagai negara, termasuk Bangladesh dan kawasan Asia Tengah,” tambah Suharti.

Sementara itu, Kepala Pusat Perbukuan, Supriyatno, menjelaskan bahwa SIBI merupakan platform resmi informasi perbukuan yang dapat dimanfaatkan oleh siswa, guru, orang tua, hingga masyarakat umum. Platform ini menyediakan berbagai buku teks dan nonteks mulai dari jenjang PAUD hingga SMK. Tidak hanya itu, SIBI juga memuat informasi buku-buku yang telah memperoleh rekomendasi kelayakan, termasuk buku terbitan penerbit swasta maupun masyarakat. Seluruh koleksi yang tersedia dapat diakses secara gratis untuk dibaca maupun diunduh.

“Buku yang tersedia di SIBI merupakan buku yang telah mendapatkan rekomendasi. Khusus buku teks, semuanya merupakan buku teks utama sesuai kurikulum yang berlaku saat ini untuk semua jenjang pendidikan,” jelas Supriyatno.

SLiMS sendiri merupakan aplikasi otomasi perpustakaan berbasis perangkat lunak terbuka yang telah digunakan secara luas oleh perpustakaan sekolah di Indonesia. Sistem ini dilengkapi dengan berbagai fitur, mulai dari pengelolaan koleksi, sirkulasi buku, katalog daring, hingga manajemen keanggotaan perpustakaan. Kini, melalui SLiMS versi Bulian, integrasi dengan SIBI telah tersedia sehingga perpustakaan dapat mengakses koleksi digital SIBI secara lebih mudah dan terhubung langsung melalui sistem perpustakaan yang digunakan.

Ke depan, sinergi antara SIBI dan SLiMS diharapkan mampu mendorong keterbukaan data perpustakaan, mempercepat transformasi layanan berbasis digital, serta memperluas pemerataan akses terhadap bahan bacaan bermutu, terutama bagi sekolah dan perpustakaan di daerah yang masih menghadapi keterbatasan koleksi fisik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perpustakaan Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, adaptif, dan selaras dengan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait