Cuaca Ekstrem Arab Saudi Jadi Tantangan Jemaah Haji Lansia Indonesia

Senin, 18/05/2026 - 13:24
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan

Klikwarta.com, Jakarta - Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan menegaskan aspek kesehatan jemaah lanjut usia akan menjadi fokus utama pengawasan pelaksanaan ibadah haji 2026. Hal itu disampaikan saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Netty mengatakan mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan kelompok lansia yang memiliki risiko kesehatan tinggi, terutama karena banyak di antaranya mengidap penyakit penyerta atau penyakit katastropik. Kondisi tersebut dinilai semakin rentan mengingat suhu di Arab Saudi diperkirakan mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius selama musim haji berlangsung.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Haji harus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal sejak proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air. Ia meminta petugas kesehatan memperhatikan kebutuhan dasar jemaah, mulai dari asupan gizi hingga ketersediaan obat-obatan rutin.

“Petugas kesehatan harus memastikan jemaah lansia tetap terpantau, terutama yang memiliki penyakit penyerta. Jangan sampai kondisi fisik mereka drop menjelang puncak ibadah haji,” ujarnya.

Netty menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan stamina kuat, khususnya saat memasuki fase puncak di Arafah dan Mina. Karena itu, pengawasan kesehatan harus dilakukan secara aktif agar jemaah tetap fit dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

Ia juga menyoroti banyaknya jemaah lansia yang berangkat tanpa didampingi keluarga. Menurutnya, kondisi itu menjadi titik krusial yang harus diantisipasi petugas kloter dan tenaga kesehatan melalui pengawasan lebih intensif.

“Kita berharap jemaah mampu menjaga ritme aktivitas sejak awal keberangkatan agar pada puncak haji tetap memiliki kondisi fisik yang baik,” katanya.

Netty berharap pelaksanaan haji tahun ini menjadi momentum pembuktian bagi Kementerian Haji yang baru dibentuk dalam menghadirkan layanan yang lebih ramah lansia dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan jemaah. 

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait