Harga Beras Mahal, Pengusaha Muda Asal Situbondo Ungkap Penyebabnya

Senin, 28/07/2025 - 07:19
Gus Lilur saat sedang melakukan kunjungan bisnis ke Lumbung Beras Vietnam di Distrik Sa Dec, Provinsi Dong Thap, Vietnam, pada Ahad (27/7/2025).

Gus Lilur saat sedang melakukan kunjungan bisnis ke Lumbung Beras Vietnam di Distrik Sa Dec, Provinsi Dong Thap, Vietnam, pada Ahad (27/7/2025).

Klikwarta.com, Situbondo - Pengusaha muda asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, melontarkan kritik tajam terkait tingginya harga beras di Indonesia. Menurutnya, perbandingan harga antara beras kualitas terbaik di Indonesia dan Vietnam sangat mencolok, dan hal itu terjadi bukan tanpa sebab.

“Beras kualitas terbaik di Vietnam yang setara dengan beras terbaik di Indonesia hanya dibanderol Rp 9.000 per kilogram. Sementara di Indonesia, harga beras kualitas serupa bisa mencapai Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram,” ungkap Founder dan Owner Bandar Laut Dunia (BALAD) Grup, Senin (28/07/2025).

Ia menegaskan bahwa harga tinggi tersebut bukan berasal dari beras Bulog, melainkan dari produk beras komersial terbaik yang beredar di pasaran. Menurut Gus Lilur, ada satu akar persoalan utama yang membuat harga beras dalam negeri melambung yakni mafia pupuk.

“Di Vietnam, para petani dimanja dengan segala fasilitas dari pemerintahnya. Mereka bebas dari cengkeraman mafia pupuk,” ujar Ketua Umum Netral Bakti Indonesia (NBI) itu.

Sebaliknya, di Indonesia, kata dia, para petani harus berjibaku menghadapi kelangkaan pupuk dan dominasi mafia yang mengatur distribusinya. Hal ini berimbas langsung pada biaya produksi yang tinggi dan berdampak ke harga jual beras di tingkat konsumen.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Lilur saat sedang melakukan kunjungan bisnis ke Lumbung Beras Vietnam di Distrik Sa Dec, Provinsi Dong Thap, Vietnam, pada Ahad (27/7/2025).

Gus Lilur menyatakan tekadnya untuk memperluas perdagangan beras kualitas terbaik dari Vietnam ke berbagai negara, termasuk negara-negara maju yang membutuhkan pasokan pangan premium.

Saya meneguhkan niat untuk berdagang beras kualitas terbaik dari Vietnam ke seluruh dunia yang membutuhkan. Bismillah, semoga langkah ini bermanfaat bagi banyak manusia dan kemanusiaan,” pungkasnya. 

Pewarta: Supra

Berita Terkait