Masyarakat Lembak Panorama saat melaksanakan doa arwah menyambut Bulan Ramadhan
Klikwarta.com - Ramadhan hampir tiba. Selain harga sembako yang melonjak naik, beberapa tradisi dilakukan oleh masyarakat Bengkulu khususnya masyarakat Lembak di Kelurahan Panorama dan sekitarnya. Mulai dari ziarah kubur, ada juga doa penyambutan bulan Suci Ramadhan. Doa penyambutan bulan Suci Ramadhan dikenal dengan doa arwah.
Doa arwah merupakan doa penyambutan bulan Suci Ramadhan yang sangat dianjurkan dan dipercaya oleh masyarakat Lembak. Tradisi ini sudah dilakukan sejak dahulu. Doa arwah dilakukan sebelum Bulan Ramadhan yakni bulan syahban dan dan berakhir sehari sebelum taraweh pada Bulan Ramadhan.
Azwar, masyarakat asli Lembak Panorma yang kebetulan adalah Khatib Masjid Panorama menceritakan tentang bagaimana prosesi doa arwah tersebut. "Doa ini memang sudah menjadi tradisi turun temurun. Pertama, saat kita mendapat panggilan ini kita hadir dan diberi jamuan ringan seperti minum teh dan kue. Setelah itu barulah ada pengantar dari ahli rumah. Acara intinya yakni berdoa untuk arwah yang sudah mendahului. Doa ini berisikan tahlil dan doa khusus arwah. Doanya menyebutkan nama siapa yang dikirimkan", ujarnya, Selasa (0/05/2018).
"Apabila semuanya sudah dilaksanakan, ahli rumah memberikan jamuan makan besar. Makan besarnya lesehan bersama-sama. Lanjutnya, tamu-tamu undangan tersebut diharapkan untuk makan hingga acara usai. Setelah acara selesai, para tamu undangan pulang dan menyalami sang ahli rumah. Ini berfungsi juga untuk ajang silaturahmi sebelum masuknya bulan yang penuh berkah tersebut,” tambahnya.
Selain doa untuk mengirimkan doa kepada keluarga yang telah mendahului, doa arwah juga berfungsi sebagai doa untuk rasa syukur kepada sang pencipta karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu Bulan Ramadhan.
Kendati demikian, doa arwah hanya dilakukan kepada masyarakat yang mempunyai rezeki berlebih. Doa ini sangat dipercaya bisa membantu saudara-saudara yang telah meninggal. Masyarakat Lembak Panorama pun sampai sekarang tetap menjalankan tradisi ini dengan baik walaupun ada juga yang sudah meninggalkan tradisi tersebut.
Kontributor: Dian Kurniati








