Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sumanto. (Foto Istimewa)
Klikwarta.com, Karanganyar - Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sumanto, ikut angkat bicara menanggapi respon Ketua DPC PDIP Solo FX Rudi Hadyatmo yang memberikan komentar atas sindiran yang sebelumnya dilontarkan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto dengan memunculkan istilah Banteng Celeng terhadap kader PDIP yang mendeklarasikan Ganjar Pranowo untuk maju menjadi capres di Pilres 2024.
Sebagai informasi, selain menjadi Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau yang akrab dikenal Bambang Pacul juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu. Karenanya, Bambang Pacul tak ingin ada pihak yang mendahului mendeklarasikan dukungan untuk Pemilihan Presiden 2024.
Dalam komentarnya yang juga tersebar di berbagai media sosial (medsos), FX Rudi Hadyatmo juga menyoroti dobel jabatan yang kini diduduki Bambang Wuryanto. FX Rudi Hadyatmo juga meminta agar kepengurusan PDIP di Jawa Tengah untuk dibenahi, agar keputusan DPD tidak seakan tumpang tindih menjadi keputusan DPP.
Terkait polemik itu, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sumanto, menilai bahwa apa yang disampaikan FX Rudi Hadyatmo adalah tidak tepat.
Menurut Sumanto, Bambang Wuryanto telah menjalankan amanah dan perintah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Terkait posisi Bambang Pacul yang menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu, Sumanto menegaskan bahwa DPD dan DPC PDIP telah solid dan mendukung penuh. Mengingat Bambang Pacul terbukti ampuh dan juga bertanggung jawab dengan kedua amanah tersebut.
“Komandan Pacul terbukti berprestasi. Jawa Tengah menjadi kandang Banteng, terbukti pada pilpres 2019 di seluruh kabupaten maupun kota di Jawa Tengah kita menang. Kemenangan di Jateng ini sekaligus menjadi kunci dan menutup kekalahan di provinsi lainnya.” ungkap Sumanto, pada Minggu (17/10/2021).
Sumanto menerangkan, bahwa berdasarkan data yang ada, pada pilpres 2019 di Jateng PDIP menang 77,29% dengan perolehan suara yang mencapai 16.825.511 suara. Sedangkan partai lawan hanya mendapat 4.944.447 suara.
"Selisih 11.881.064 suara, kemenangan ini bisa menutup kekalahan di 3 provinsi bahkan surplus sekitar 3 juta suara," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sumanto mengatakan prestasi lain dari sosok Bambang Pacul yakni soal perolehan kursi DPRD Provinsi yang semula dari 27 kursi menjadi 42 kursi. Begitu pula untuk DPR RI dapil Jateng dari 18 kursi menjadi 26 kursi. Kemudian pada pilkada di Jateng, dari 21 pilkada manang di 17 Kabupaten/Kota.
“Komandan Pacul terbukti berprestasi dalam setiap menjalankan amanah dari ketua umum. Oleh karena itu, kita percaya dan yakin beliau menjadi komandan pertempuran di 2024 agar partai bisa menang hattrick.” tegas Sumanto
Sumanto juga mengingatkan bahwa bukti dan bakti kader Banteng adalah menjunjung tinggi kehormatan martabat dan disiplin partai serta akan mengutamakan kepentingan partai.
“Setiap kader apalagi yang menempati struktural partai terikat dengan janji jabatan. Sehingga kalau mau deklarasi capres harus mengikuti keputusan partai. Jika tidak mau mengikuti aturan dan ingin deklarasi, ya harus memilih. Jangan siap disanksi, tapi gentle berada di luar partai. Kader seperti itu bukan membangun partai, tapi malah menggangu kerja-kerja partai, mengingat masih banyak kerja-kerja lain yang lebih penting," tandasnya.
Sebagai kader apalagi masuk struktural, dijelaskan Sumanto, seharusnya sudah membaca intruksi partai perihal Penegasan Komunikasi Politik (Surat nomor 3134/IN/DPP/VIII/2021), dan pasal 15 huruf f AD ART Partai.
Sumanto pun menjelaskan soal isi surat tersebut yang merupakan intruksi partai tentang kedisplinan semua kader serta terkait dengan calon presiden dan wakil presiden yang menjadi hak prerogatif Ketua Umum.
“Kita harus menjalankan intruksi Ketua Umum, jangan sampai intruksi Ketua Umum hanya diangap angin lalu.” pungkas Sumanto
Pewarta : Kacuk Legowo








