Ratusan Proyek Fisik Bina Marga Ditunda Pemeliharaan Rutin Tetap Jalan
Klikwarta.com, Malang - Ratusan paket proyek fisik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, terpaksa harus ditunda tahun ini. Penundaan tersebut karena adanya refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 untuk penanganan pencegahan penyebaran COVID-19, di Kabupaten Malang.
Besaran refocusing anggaran tahun ini mencapai hampir 40 persen, jadi ada ratusan kegiatan Bina Marga yang ditunda, kurang lebih ada 60 persen pekerjaan fisik yang terpaksa ditunda dari 200 kegiatan yang ada, kata Kepala Bidang Pemeliharaan jalan, Suwiknyo, Jumat (11/6/2021).
Ia menjelaskan, beberapa kegiatan Bina Marga yang sudah diprogramkan dilakukan seleksi ulang dan dipilih mana yang lebih prioritas. Hal ini, guna menunjang program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
"Semoga pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021 nanti bisa dianggarkan, sehingga sejumlah pekerjaan fisik yang tertunda dapat terealisasi", harap Wiknyo.
"Jika tidak bisa, ya mungkin masuk di tahun anggaran 2022 mendatang," tambahnya.
Meski demikian, refocusing anggaran tersebut tak menghalangi atau mengganggu program lain Dinas yang dipimpin Ir.Romdhoni itu. Misalnya pemeliharaan rutin yang meliputi perawatan serta perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan dan pembersihan bahu jalan, serta normalisasi saluran air.
Seperti yang terlihat di ruas jalan Sanan Rejo-Sanan Kerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Senin dan Selasa (7-8/6/2021) lalu. Sejumlah karyawan UPT Turen, melakukan pembersihan bahu jalan dan saluran air. Begitu pula halnya jalan Tlogosari-Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo.
Ditempat berbeda, ruas jalan Ringinsari-Sidodadi, Kecamatan Gedangan yang masuk Wilayah UPT Pagak, juga dilakukan pembersihan bahu jalan dan saluran air.
Tak hanya itu, pembersihan Ruang Milik Jalan (Rumija) oleh Dinas Bina Marga, pun gencar dilakukan. Misalnya pemotongan tumbuhan/tanaman liar (rumput-rumputan, semak belukar dan pepohonan) di dalam rumija.
Kegiatan rutin Bina Marga yang juga terus menerus dilakukan, yakni Sapu lobang (Salob), pemeliharaan bangunan pelengkap, pemeliharaan perlengkapan jalan, serta pembentukan kembali permukaan untuk perkerasan jalan tanpa penutup dan jalan tanpa perkerasan.
Tujuan pemeliharaan rutin ini, untuk memelihara fungsi dan memperkecil kerusakan pada struktur permukaan jalan, demikian Suwiknyo.
(Pewarta : Edy)








