Ilustrasi
Kota Bengkulu, Klikwarta.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Kombes Pol A Rafiq, di Bengkulu, Jumat, menyebutkan sekolah merupakan salah satu instansi pelayanan publik yang rentan terjadi pungutan liar. Dalam hal ini, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Polda Bengkulu meningkatkan operasi dan pengawasan dengan menyasar sekolah.
"Terus kita pantau, kita berharap jika ada oknum yang melakukan pungli, sebaiknya berhenti dan bekerjalah secara proporsional dan profesional," kata dia, dilansir Antara, Senin (17/04).
Masyarakat, katanya, berperan penting dalam mengawasi guna menekan potensi tindak pungli di institusi pendidikan Provinsi Bengkulu.
"Kita mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika ada dugaan pungli di sekolahan," ucap Direskrimum Polda Bengkulu itu.
Sejauh ini, tim saber pungli telah melakukan enam kali operasi tangkap tangan (OTT), diantaranya yakni pungli yang terjadi mengatasnamakan serikat pekerja, dan yang terbesar yakni pungli terkait persoalan pengelolaan sampah Pasar Percontohan Nasional Panorama Kota Bengkulu.
Kasus pungli retribusi sampah itu diyakini mampu meraup uang Rp31 juta sampai dengan Rp38 juta per bulan.
"Tim terus kembangkan pengusutan perkara sampai seluruh oknum mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," ujarnya.
Tindakan pungli retribusi sampah PPN Panorama terjadi sejak 2016 sampai 2017, namun dari keterangan oknum petugas pemungut bahkan telah berlangsung sejak 2009.(*)








