Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penghargaan kepada Danmenarmed 2 Kostrad Kolonel Arm Siswo Budiarto di Jakarta, Senin (3/2)
Klikwarta.com, Jakarta – Komandan Resimen Armed 2 Kostrad, Kolonel Arm Siswo Budiarto, S.I.P., M.M., M.I.Pol., menerima piagam penghargaan sebagai satuan kerja (satker) peraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Darat Tahun 2025, yang berlangsung di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
Rapim TNI AD TA. 2025 dengan Tema "TNI AD yang Profesional modern dan adaptif siap Mendukung Pembangunan Nasional menuju Indonesia maju."
Predikat WBK ini merupakan hasil dari penilaian Zona Integritas (ZI) yang diberikan kepada instansi pemerintah, termasuk satuan kerja di lingkungan TNI, yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi, khususnya dalam upaya pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Proses penilaian dimulai dari Tim Penilai Internal (TPI) di tingkat Kotama/Balakpus. Satker yang lolos seleksi internal selanjutnya dinilai di tingkat TNI AD, kemudian di tingkat Mabes TNI, dan akhirnya diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk diverifikasi oleh Tim Penilai Nasional (TPN).
Pada tahun 2024, hanya 12 satker di lingkungan TNI AD yang berhasil meraih predikat WBK, salah satunya adalah Resimen Armed 2 Kostrad. Pencapaian ini menunjukkan komitmen Resimen Armed 2 Kostrad dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Arm Siswo Budiarto menyampaikan apresiasi “Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan penyemangat bagi prajurit TNI Angkatan Darat untuk selalu melayani dengan sepenuh hati. Selain itu, semoga dapat menginspirasi instansi lain untuk terus berkolaborasi dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat,” ujar beliau.
(Kontributor : Arif)








